headerrev

 

Setelah pembahasan bersama antara Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung bersama Tim TAPD Provinsi Lampung disepakati rancangan KUA PPAS dengan poin poin sebagai berikut :

Asumsi Makro Ekonomi Provinsi Lampung :

  • Pertumbuhan Ekonomi Lampung diproyeksikan sebesar 5,4 – 5, 7 persen
  • Laju inflasi 3,0-3,5 persen
  • Pendapatan perkapita penduduk sebesar 45,54 juta rupiah
  • Tingkat pengangguran terbuka pada tingkat 3,85 persen dan
  • Presentase pendudk miskin 11,10 persen
  • Indeks gini pada angka 0,32 persen
  • Indek pembangunan manusia (IPM) pada level 70,23

Asumsi Indikator lainya :

  • Nilai tukar petani (NTP) sebesar 107
  • Tingkat pertumbhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 11,12 persen,
  • Kondisi jalan mantap sebesar 75 persen

Pada sisi Pendapatan PAD bertambah sebesar 60 Miiar Ruiah dari yang semula diajukan, antara lain berasal dari :

  • Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor bertambah 25 Milyar dari semula 775 Milyar, sehingga menjadi 800 Milyar Rupiah
  • Penerimaan Pajak Rokok ditargetkan naik 10 Milyar sehingga menjadi 596Milyar.929 juta rupiah
  • Lain lain pendapatan yang sah bertambah 25 Miyar sehingga menjadi Rp. 420.005.540.600

Selanjutnya postur KUA PPAS 2020 secara keseluruhan dapat digambarkan :

  1. Pendapatan semula Rp. 7.806.926.360.165, seteah pembahasan menjadi Rp. 7.866.926.360.165 bertambah sebesar Rp. 60.000.000.000,-
  2. Belanja Daerah semula Rp. 7.696.746.360.165, setelah pembahasan menjadi Rp. 7.756.746.360.165,- bertambah sebesar Rp. 60.000.000.000,-
  • Pembiayaan daerah tidak ada perubahan :
  • Penerimaan pembiayaan : Rp. 85.000.000.000,-
  • Pengeluaran embiayaan : Rp. 195.180.000.000,-
NAN

Twitter

Video

Image

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.