headerrev

 

Marhaban Yaa Ramadhan, Bulan ampunan yang penuh keberkahan telah datang, namun kali ini kedatangannya tak begitu disambut dengan penuh gegap gembita, karena terusik dengan mewabah virus corona (covid19) diseluruh penjuru dunia.

Antara suka dan duka, antara tangis dan air mata, antara pilu dan amarah bak alunan syair yang silih berganti dalam satu dentunan.

Betapa tidak, pandemic corona ini telah begitu banyak menguras energi bangsa hingga melumpuhkan semua bidang usaha, tidak sedikit masyarakat yang patah arang karena hilangnya mata pencaharian.

Diberbagai sudut kota dan desa desa dipelosok negeri ini mulai terlihat derita derita masyarakat, mereka mulai menjerit, menahan tangis didalam hati, tidak tau harus berbuat apa, tanpa wabah corona pun memang mereka sudah sulit untuk mencari nafkah, apalagi dengan keadaan seperti ini. Celakanya ekonomi kelas menengah pun terancam turun ke level bawah jika situasi terus dalam ketidakpastian.

Alhasil, kekacauan dan ketakutan yang melanda dunia saat ini, menjadikan Romadhon kali ini tidak begitu istimewa, padahal menyambut bulan suci ini dengan perasaan gembira saja sudah mendapatkan pahala yang besar disisi Allah subhanahuwatala, apalagi melaksanakannya. Namun Pemerintah, Para ulama dan umaro telah lebih dulu mengumumkan untuk beribadah dirumah saja, sangat menyedihkan karena ibadah umat muslim ruh nya adalah dirumah Allah. Namun para ulama sepakat bahwasannya dalam keadaan darurat ibadah dirumah lebih utama guna menghindari mudharat yang lebih besar.

Kini masjid masjid besar terasa sepi bahkan masjidil haram pun mungkin sedang menangis karena umat muslim tidak lagi datang.

Penulis berharap agar kita semua tetap mengagungkan bulan suci ramadhan ini, memaksimalkan semua rangkaian ibadah yang bisa kita lakukan, meski banyaknya himbauan ditengah pandemic corona, jangan sampai mengurangi niat kita untuk meraih pahala dan ampunan dari Allah subahanahuwatala.

Untuk menjaga niat dan kecintaan kita kepada bulan suci ramadhan ini, maka penting kita untuk memiliki bekal ilmu, agar semangat dan tekad kita meraih ampunan hingga predikat taqwa diakhir ramadhan bisa tercapai.

Mari kita awali dengan hadist At Tirmidzi, Rosulullah Shalallahualaihiwassalam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dan menghidupkan Ramadhan dengan dilandasi keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. Siapa saja yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan dilandasi keimanan dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.

Menjalankan ramadhan dengan keimanan dan keiklasan menjadi kunci atau tiket masuk bulan ramadhan, maka Allah berjanji untuk menghapus dosa dosa yang telah lalu.

Dari hadist diatas maka kita beranjak pada hadist berikutnya yakni (HR at-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim). Rosulullah shalallahualaihiwassalam bersabda:

« رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَفَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ »

Sungguh rugi seseorang yang ketika (nama)-ku disebut di sisinya, dia tidak bershalawat atasku. Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu darinya sebelum dosa-dosanya diampuni. Sungguh rugi seseorang yang mendapati kedua orangtuanya dalam keadaan renta, tetapi keduanya tidak (menjadi sebab yang) memasukkan dia ke dalam surga.

Ampunan Allah SWT pada bulan Ramdhan bisa diraih antara lain dengan menunaikan puasa sebaik-baiknya, mengetahui batasan-batasannya dan menjaga diri dari apa saja yang seharusnya dijaga. Rasulullah Shallahualaihiwassalam pernah bersabda:

«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدُوْدَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا كَانَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ فِيهِ كَفَّرَ مَا كَانَ قَبْلَهُ»

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, mengetahui ketentuan-ketentuannya dan menjaga apa saja yang harus ia jaga selama Ramadhan, akan dihapus dosa-dosanya yang telah lalu (HR Ahmad).

Mengetahui ketentuan ketentuan puasa sangatlah penting agar kita bisa meninggalkan hal hal yang membatalkan puasa. Rasululllah shallahualaihiwassalam bersabda:

«الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَىمِنْ رِيحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى الصِّيَامُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا»

Puasa itu perisai. Karena itu janganlah seseorang berkata keji dan jahil. Jika ada seseorang yang menyerang atau mencaci, katakanlah, “Sungguh aku sedang berpuasa,” sebanyak dua kali. Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, bau mulut orang berpuasa lebih baik di sisi Allah ketimbang wangi kesturi; ia meninggalkan makanannya, minumannya dan syahwatnya demi Diri-Ku. Puasa itu milik-Ku. Akulah Yang lansung akan membalasnya. Kebaikan (selama bulan puasa) dilipatgandakan sepuluh kali dari yang semisalnya (HR al-Bukhari).

semua amalan ibadah dibulan ramadhan akan dilipatgandakan, sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُمِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 271)

Selain semangat memburu pahala seperti mebaca al-quran, bersedakah, dan lainnya, sebagaimana yang tertulis pada artikel sebelumnya: https://www.budiyuhanda.com/2020/04/24/amalan-amalan-di-bulan-suci-ramadhan/

tentu yang istimewa dari bulan ramadhan adalah malam lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Betapa beruntungnya jika kita tercatat ibadah pahala selama itu. Rasulullah Shalallahualaihiwassalam bersabda:

«إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ»

Sungguh bulan (Ramadhan) ini telah datang kepada kalian. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang tidak mendapatkan (kebaikan)-nya maka dia tidak mendapat kebaikan seluruhnya. Tidak ada yang diharamkan dari kebaikannya kecuali orang yang bernasib buruk (HR Ibnu Majah).

Oleh karenanya tidak ada kata terlambat, perbaiki niat, ayo maksimalkan ibadah ramadhanmu, ibadah disebagian masjid yang masih zona hijau masih diperbolehkan dengan menggunakan masker, yang berada dizona merah bisa berjamaah dirumah bersama keluarga.

Jangan lupa berdoa, sebelum berbuka puasa sempatkan untuk berdoa, karena salah satu doa yang tidak tertolak adalah doa orang yang sedang berpuasa. Mari berdoa agar Allah subhahuwatala segera mengangkat wabah virus corona ini, semoga Allah subhanahuwatala segera mengadzab kepada siapapun orang yang menginginkan virus corona ini semakin besar, semakin mewabah dan tetap ada. Aamiiinn aamiiinn aamiiinn ya rabbal Aalamiin..

Wawlahua’lam bishawab.

NAN

Twitter

Video

Selamat Ramadhan

© 2018 budiyuhanda.com. All Rights Reserved.